Renungan Umroh Haji

082110449320 | Pengertian dan Tata Cara Umroh | Umroh Langsung Madinah, Umroh Murah, Paket Umroh Promo, Umroh Plus Turki, Umroh Plus City tour Turki, Umroh Promo, umroh november, umroh desember, umroh akhir tahun, umroh plus aqso, umroh januari, Biaya Umroh, Paket Umroh, Biaya Umroh Murah, paket umroh plus turki 2018, umrah plus Turki, paket umroh plus turki murah, umroh plus turki 2, paket umroh plus turki murah, paket umroh plus turki, umroh plus turki, paket umroh promo plus turki 2018, umroh plus turki murah, Biaya umroh plus turki murah, harga umroh plus turki, umroh plus turki desember, umroh plus turki desember 2018, umroh plus turki akhir tahun, umroh plus turki promo, umroh plus turki april, umroh plus turki 2018 murah, umroh plus turki 2018, paket umroh plus turki promo
  • Bila Anda termasuk orang yang diberi kesempatan ALLAH untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, ketahuilah bahwa sejatinya Anda termasuk salah satu dari sekian milyar Muslim di dunia yang bukan hanya dipanggil ALLAH tetapi juga diberi fasilitas untuk memenuhi panggilan-Nya, baik finansial, kesehatan dan lain-lain. Karena itu, berusahalah untuk benar-benar mensyukurinya dengan berupaya menunaikannya dengan baik dan menjadikannya sebagai “pesantren kilat” kita. Sebab ibadah haji atau umrah sejatinya merupakan sekolah ruhaniah bagi orang yang menunaikannya. Lihatlah, dengan hanya mengucapkan “Labbaikallaahumma ‘umratan/hajjan” (Ya ALLAH, aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu menunaikan ibadah umrah/haji), maka kita dituntut untuk menjaga larangan-larangan yang ditetapkan termasuk menjaga emosi. Bahkan dengan niat tersebut, ada sebagian hal yang tadinya dibolehkan menjadi tidak dibolehkan seperti memakai pakaian berjahit dll. Tentunya semua itu bukan tanpa maksud, sejatinya ALLAH ingin mengajarkan banyak hal melalui ibadah tersebut. Dengan harapan, nilai-nilai yang diajarkan ALLAH itu bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan membawa perubahan dalam diri kita ke arah yang lebih baik. Mudah-mudahan kita semua diberi kesempatan ALLAH untuk memenuhi panggilan-Nya itu dan mudah-mudahan kita juga bisa menyerap dan mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan di dalamnya. Aamiin ya Robbal-‘Aalaamiin….
  • Perjalanan umroh haji bukanlah perjalanan biasa. Selain mengajarkan komitmen, ia juga mengajarkan kepada kita untuk lebih menjaga hati, yaitu dengan menjaga kesabaran, menjaga lisan dari ucapan yang tidak baik dan menjaga anggota badan dari hal-hal yang negatif.“Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.” (QS. Al-Baqarah: 197) Tentunya dengan harapan agar latihan menjaga hati yang telah diberikan ALLAH swt. melalui ibadah tersebut dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pada saat dipanggil ALLAH untuk kembali kepada-Nya (ajal tiba) nanti, hati kita benar-benar telah bersih hingga layak untuk memperoleh keridhaan-Nya. Karena itu, sayang sekali bila seseorang telah diberi kesempatan dan difasilitasi ALLAH untuk menunaikan ibadah haji/umrah namun tidak bisa mengambil pelajaran tersebut dan tidak mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Wallaahu A’lam….
  • Dalam upaya menjerumuskan manusia, setan tidak kenal tempat. Di Ka’bah pun mereka begitu gencar, sehingga tak heran bila ada sebagian orangDo'a Umroh Haji yang mencium Hajar Aswad atau dinding Ka’bah dengan harapan agar memperoleh berkah. Bahkan ada yang rela membayar joki yang siap membantunya mencium Hajar Aswad. Padahal kalau kita perhatikan ucapan Umar: “Wahai Hajar Aswad, kau ini hanya sekedar batu yang tidak bisa memberi manfaat ataupun mudharat sedikitpun, seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu maka aku tidak akan menciummu”, maka semestinya kita tidak perlu memaksakan diri untuk menciumnya kalau kondisi tidak memungkinkan. Cukuplah dengan istilaam atau memberi isyarat dengan melambaikan tangan kemudian dikecup. Andaikata memungkinkan pun, maka lakukan seperti yang dikatakan Umar. Dan satu hal yang harus kita ingat: “ALLAH sangat dekat dengan kita dan ingin agar lebih dekat lagi. Maka janganlah kita merasa tidak PD (percaya diri) sehingga kita merasa perlu adanya perantara ini itu yang justru membuat kita lupa untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya, lebih dekat…lebih dekat…lebih dekat.” Wallahu A’lam….
  • Marah saat sedang emosi itu biasa, tapi tetap tenang dan bersikap lembut saat ada sikap orang lain yang tidak menyenangkan itu baru luarbiasa. Suro Diro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti (Segala sifat yang keras hati, licik dan picik, angkara, machiavelis, ternyata bisa dikalahkan dengan sebuah kelembutan hati, sikap yang bijak, mengedepankan sabar dan kehati-hatian). Itulah salah satu pelajaran yang bisa kita ambil dari ibadah umrah, Wallaahu A’lam….

Oleh : Fatkhurozi Chafas Full – Media Silaturahim

Renungan Umroh Haji

  • 0800-123456 (24/7 Support Line)
  • info@example.com
  • 6701 Democracy Blvd, Suite 300, USA
× Informasi Umroh ? Klik Disini